home


Survey
Anda tahu Ika Smari Agitma dari:
 
Kegiatan Akan Datang
Tidak ada Kegiatan dalam waktu dekat.
Lihat Kalendar Kegiatan
Home arrow Rupa-Rupa arrow Sebuah Cermin Renungan : Politisi Indonesia Perlu Mencontoh Sikap hidup Davy Crocked
Sebuah Cermin Renungan : Politisi Indonesia Perlu Mencontoh Sikap hidup Davy Crocked
Ditulis oleh Jarot Mursito   

Melihat maraknya tangapan positif dari masyarakat luas atas diluluskanya calon independen dalam pilkada merupakan fenomena yang patut disyukuri dan diapresiasi secara positif.  Hal ini mencerminkan sudah bosannya masyarakat atas cara yang selama ini berjalan. Partai politik bukan lagi sebuah lembaga yang berfungsi sebagai inti perubahan dan kemajuan tapi menjadi sebuah lembaga yang cenderung birokratis dan ladang orang-orang untuk cari koneksi dan pengaruh yang ujung-ujungnya adalah uang. Sungguh ironis dan kontradiktif dengan tujuan awalnya tapi itulah kenyataannya. Mungkin jika JF. Kennedy masih hidup dia bisa berkelakar bahwa pameo* dia yang termashur masihlah tetap berlaku terkecuali bagi politisi indosesia.

Iseng-iseng saya memutar kembali sebuah film dengan judul : Alamo (versi baru, pemain Billy Bob Tornton). Mengisahkan perjuangan masyarakat Texas untuk melepaskan diri dari Mexico untuk memilih bergabung dengan United State of America. Saya kembali menikmati visualisasi dari tokoh pembebas, David Crocked, seorang tokoh eksentrik, politisi anggota kongres, seniman sekaligus penembak tepat. Dia adalah salah seorang pahlawan Amerika. Dia mewakili  kehendak bebas dan tanggung jawab disertai keberanian mempertahankan sikap dari masyarakat Texas. Dengan gagah berani dia mengambil epilog yang mungkin bagi sebagian besar orang adalah gila. Sebuah kematian yang secara sadar disongsongnya. Dia gugur bersama 200 orang yang mempertahankan benteng Alamo dari serangan ribuan pasukan Mexico yang dipimpin Jendral De Santa Ana.

Jika kita mengikuti perkembangan Indonesia terkini  semangat seperti ini sudah amatlah langka dalam tataran personal politisi maupun institusi. Ada kerinduan akan nama-nama seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, Sudirman, Supriadi, Slamet Riyadi, Tan Malaka, Ngurah Rai, Soe Hok Gie, dll...yang auranya pun kini sudah tidak berbekas di bumi pertiwi. Yang tinggal hanya buaian yang ternyata fatamorgana. Mudah-mudahan nama-nama mereka akan bermetamofosa pada individu-individu muda baru pada era perjuangan yang juga baru. SEMOGA. ....Selamat atas diluluskannya calon independen pada pilkada bahkan mungkin PILPRESS. AMIEN.

* " Jangan kau tanyakan apa yang negara berikan padamu, tapi tanyakan apa yang bisa kauberikan pada bangsamu", Jhon F. Kennedy.



< Sebelumnya   Selanjutnya >
 
CMS Setup Maintenance Administration and Visual Design by Inter-Ad World