home


Survey
Anda tahu Ika Smari Agitma dari:
 
Kegiatan Akan Datang
Tidak ada Kegiatan dalam waktu dekat.
Lihat Kalendar Kegiatan
Home arrow Rupa-Rupa arrow Charlie Chaplin (film bisu yang sungguh tidak bisu)
Charlie Chaplin (film bisu yang sungguh tidak bisu)
Ditulis oleh Jarot Mursito   

Bagi yang menyukai film pasti kenal dengan tokoh satu ini. Dia adalah Charles Chaplin atau yang dikenal dengan Charlie Chaplin. Chaplin dikenal sebagai multi talented person di dunia film. Dialah satu-satunya pemain film sekaligus sebagai penulis skenario, music arranger, serta sutradara. Tahun 1916 adalah kemunculan dia yang pertama melalui jaringan CBS & Fox. Dan sejak itu filmnya yang berdurasi pendek mulai dikenal orang. Kalau melihat film-film Chaplin, sepertinya kita diajak melihat sebuah lukisan yang interpretasinya lebih bebas karena semua adegan-adegan dilakukan tanpa komunikasi verbal, tanpa kata-kata. Tapi disitulah justru kekuatan chaplin. Akting dan alur cerita yang sangat sinkron makin memberikan pesan yang sangat kuat jika kita mengapresiasi secara keseluruhan. Bisa dikatakan Chaplin berhasil membawakan sesuatu ide hanya dengan potongan gambar-gambar bergerak. Ide hanya dinyatakan dalam bahasa tubuh, olah gerak seorang pemain atau antar pemain, dan jalianan adegan yang rapi berurutan yang pada akhirnya menghasilkan suatu pesan yang kuat. Ya Chaplin telah berhasil mengatakan sesuatu dengan tanpa kata-kata.

Film Chaplin memang tipikal komedi dengan seting-seting ringan, slapstik, ini terutama pada film-film dia yang berdurasi pendek. Tapi kalau melihat versi layar lebar dari Chaplin kita disuguhkan suatu satire yang sangat kuat yang memenuhi kriteria sebagai film yang bermutu dan abadi, karena begitu berhasil mengangkat problematika dan situasi yang menjadi polemik pada saat film itu dibuat dalam balutan cerita humor satire yang cerdas. Yang mengantarkan kita untuk bisa menertawakan diri sendiri. Dalam  Modern Time chaplin begitu berhasil melancarkan kritik sosialnya tentang efek industrialisasi yang dicetuskan oleh Fenry Ford. Dalam kali lain dia berhasil memparodikan Hitler yang saat itu sedang getol-getolnya membangun impian the thirdreicht-nya. Saat tuntutan film dengan kata-kata makin menguat chaplin tetap kukuh membikin film tanpa suara. Banyak pihak yang menilai dia akan habis jika melawan arus. Dan akhirnya terbukti penilaian publik ternyata salah, film dia berhasil menjadi box office dalam genre komedi-romantis dengan judul City of Lights. Tingkah polah dan gerak chaplin betul-betul sangat kartun sekali. Artinya mirip dengan gerak tokoh-tokoh kartun yang kita kenal sekarang. Dia ada dalam donal bebek, gufy, atau yang lainnya, ini tergambar dengan jenaka sekali di The Circus.

Sulit mencari padanan komedian indonesia dengan charlie chaplin ini. Mungkin yang bisa mewakili adalah Bing Slamet dan H. Bunyamien Sueib or Warkop. Atau dalam generasi sekarang kali Bang Dedi Mizwar dalam Naga Bonar. Wah sekuelnya sebentar lagi tayang ....sip-lah.

Salam,

Jarot Mursito



< Sebelumnya
 
CMS Setup Maintenance Administration and Visual Design by Inter-Ad World