home


Survey
Anda tahu Ika Smari Agitma dari:
 
Kegiatan Akan Datang
Tidak ada Kegiatan dalam waktu dekat.
Lihat Kalendar Kegiatan
Home arrow Rupa-Rupa arrow SELAMATKAN ABADI SOESMAN, by Denny Sakrie
SELAMATKAN ABADI SOESMAN, by Denny Sakrie
Ditulis oleh Arie Vincent   

Sakdurunge moco artikel iki, aku arep takok sik yo rek, sopo sing gak kenal mas Abadi Soesman, alumni SMA 3 Malang angkatan '67? Pasti podho ngerti donk, terutama sing seneng musik. Nek gak ngerti nuuemen koen rek!  Mas Abadi iki pemusik serba bisa. Aku sing lagi kenal mas Abadi beberapa tahun terakhir, ngertine yo mas Abadi iku pemain Jazz. Tapi jare bojoku mas Abadi identik ambek lagu-lagu Beatles. Lha tonggoku sing rock mania, keukeuh nek mas Abadi iku rocker & anggota God Bless.  Lha.. bener-bener serba bisa toh? Dan terrrnyata, mas Abadi memang sangat mewarnai dunia musik Indonesia. Sampai-sampai mas Denny Sakrie sing pengamat musik iku menyampaikan himbauan: "Selamatkan Abadi Soesman!". Hm.. kiro-kiro opo maksud-e yo?  Lha nek ngono ayo bareng-bareng moco tulisanne mas Denny Sakrie tentang mas Abadi ndhik ngisor iki. Oh iyo, nek arep ketemu atau nonton mas Abadi, ayo oket Jajan Jazz tiap Kamis pertama di BSD Serpong, mulai jam 20.00 - selesai. C U! (Arie Vincent'85)

 

Pemusik serba bisa. Mungkin inilah julukan yang tepat untuk pemusik Abadi Soesman, kelahiran Solo 3 Januari 1949. Abadi yang terampil bermain gitar, piano hingga synthesizers ini mampu pula bermain musik pop, rock, blues, dangdut hingga jazz. Karir musiknya berawal saat membentuk band bocah di Malang pada tahun 1959 dengan nama Irama Abadi bersama dengan saudara saudaranya serta sahabatnya, Ian Antono yang memainkan bongo. Band ini, saat itu,lebih banyak memainkan musik Latin dan Minang seperti yang mereka simak dalam album kelompok Gumarang yang tengah populer.

Ayahnya Dokter Soesman Soemosoesastro yang menjabat Kepala Rumah Sakit Tentara (RST) Malang mendukung kegiatan musik putera puterinya. Ayahnya bahkan terampil menggesek dawai biola dan sang ibu Etty Soedirman memainkan piano.Kemampuan bermain piano klasik diperoleh Abadi dari sang ibu. Dilanjutkan dengan berguru piano klasik pada Van Rommer di tahun 1956 dan dasar piano jazz pada Liem Khok Wha di tahun 1959.

Walaupun memiliki dasar klasik dan jazz, toh Abadi Soesman malah lebih tertarik dengan band band mancanegara seperti The Shadows maupun The Ventures.Ketertarikannya pada rock n'roll semakin meluap ketika demam The Beatles mulai melanda dunia.Apalagi setelah rezim Orde Lama tumbang,Abadi semakin tertarik dengan band band Inggeris yang kerap disebut British Invasion.Dia mulai memainkan The Beatles,The Rolling Stones,The Yardbirds,Gary & The Peacemakers, Herman's Hermitt dan sederet lainnya.

Pada tahun 1970 Abadi Soesman memutuskan untuk mengembangkan sayap bermusiknya ke Jakarta. Pilihannya melamar sebagai home band di Tropicana,sebuah klub malam ternama Jakarta.Sayangnya Abadi tak diterima. Suatu hari pemain keyboard band The Disc Andyono Arie sakit,dan Abadi mendapat peluang sebagai pemain pengganti. Sejak itulah sosok Abadi berkelana dalam berbagai klub malam di Jakarta. Melihat musikalitasnya,akhirnya Abadi Soesman direkrut sebagai pemain keyboard band pengiring ternama Jakarta The Pro's yang dibentuk Dimas Wahab, mengisi posisi Broery Marantika yang ingin berkonsentrasi sebagai penyanyi.

The Pro's lalu bertolak ke Amerika Serikat bermain sebagai home band di Restauran Ramayana,yang terletak di New York City.Pertengahan dasawarsa 70-an, Abadi Soesman kembali ke Jakarta.

Abadi lalu bergabung dengan band Gipsy yang antara lain didukung Keenan Nasution (drums) dan Chrisye (bass).Saat itu Gipsy bersama Guruh Soekarno Putera tengah berencana membuat proyek musik eksperimen menggabungkan musik rock progressive dan gamelan Bali.Akhirnya muncullah Guruh Gipsy dengan formasi Guruh Soekarno Putera (gamelan,piano,komposer),Keenan Nasution (drum,vokal),Chrisye (bass,vokal),Oding Nasution (gitar),Roni Harahap (keyboards) dan Abadi Soesman (synthesizers).

Pada saat yang bersamaan, Abadi Soesman masih mampu membagi konsentrasinya di jenis musik lain yaitu jazz.Dia bergabung dengan komunitas Jack Lesmana bersama sederet pemusik jazz lainnya seperti Oele Pattiselanno,Benny Likumahuwa, Jopie Item, Karim Suweilleh, Bubi Chen dan lainnya. Selain tampil di panggung beratmosfer jazz, Abadi pun ikut mendukung sejumlah album jazz yang digagas Jack Lesmana.

Setelah menikahi Ririe teman sekolahnya di Malang pada tahun 1978, kegiatan musik Abadi Soesman kian padat. Dia membentuk band sendiri The Eternals dan mulai menulis sederet lagu,satu diantaranya yang menjadi hits adalah "Kasihmu Kasihku".
 
Tahun 1979 Abadi Soesman diajak Ian Antono bergabung dalam God Bless dan merilis album "Cermin" di tahun 1980.Ketrampilannya menggabungkan rock dan gamelan Bali pada album Guruh Gipsy diterapkannya pada lagu "Anak Adam" pada album God Bless tersebut. Di album ini kemampuan Abadi Soesman menelusuri musik rock progresif terlihat nyata. Permainan mini Moog synthesizers Abadi Soesman rasanya belum ada yang menandingi. Walaupun nama nama lain seperti Yockie Soerjoprajogo, Harry Anggoman hingga Roni Harahap tak bisa di anggap remeh.

Awal tahun 1980, Abadi Soesman diajak Reynold Panggabean bergabung dalam kelompok dangdut Tarantulla dalam bentuk album rekaman. Disaat bersamaan Muchsin Alatas mengajak Abadi Soesman bereksperimen menggabungkan dangdut, reggae dan jazz rock dalam album bertajuk "5 LU - 12 LS".

Di tahun 1984 Abadi Soesman bergabung dalam Bharata Band yang didukung Tato Bharata (vokl, gitar), Harry Bharata (voka,bass) dan Jelly Tobing (drums) memainkan lagu-lagu The Beatles dan sempat merilis sebuah album "Kawula Muda" (1988)

RUMAH MUSIK DENNY SAKRIE
0818417357



< Sebelumnya   Selanjutnya >
 
CMS Setup Maintenance Administration and Visual Design by Inter-Ad World