|
Ditulis oleh Herastuwinda
|
Ndisik pas aku cilik jaman SD aku gawene tuku kumang, keong sing di dhol nang ngarepe SD, terus ambik kene dikantongi digowo mlebu nang kelas, kadang2 terus muni kresek2 ndik mejo . . . nek pas istirahat digawe dulinan, nek kumange gak gelem metu tekok cangkange di abab2i disik cekno anget terus metu kumange mbik mendelik. terus mlaku mbik miring2 ngono . . . nek digoleki nang khazanah biologi kumang iki termasuk dalam keluarga besar crustacea mergo nduwe capit, sebutan kerennya hermit crab. nak onok sing iseng nggoleki identitas kumang yo nang hermit utowo crab alias kepiting, ojok nang sebangsane keong2 atau kerang. Tapi beda mbik dulure sing kepiting iku mau, kumang iki nggak nduwe omah dewe. Cangkang kumang tergantung mbik hewan liyane sejenis kerang2 sing ninggalno cangkange. mangkane nggak onok jenis kumang tertentu dengan cangkang tertentu pula. unik yo . . . ibarat mahasiswa abadi atau sejenis anak kos abadi alias anak kos forever atau kontraktor sejati (ngontrak melulu), gak tuku2 omah dewe. bedanya kontraktor iku ngontrak omah mergo alasan finansial atau kebutuhan materi nek si kumang dadi kontraktor mergo memang sudah dari sononya nggak bisa memproduksi rumah sendiri. tapi yo ijik untukng onok kumang, cangkang kerang sing wis ditinggal penghuninya iso dimanfaatkan kembali, efisiensi alamiah, kersaning Gusti Allah . . .
Resikone, sing lucu dan aneh, nek stok cangkang gak tepak onok sing sesuai dengan tubuhnya, si kumang tetap memaksakan diri untuk masuk. jadinya bagaikan memakai rok mini kependekan atau sebaliknya koyok nggawe klambi kedodoran. untunge onok harajuku lha si kumang tetep pede2 ae hare . . soal pantes atau kadit pantes iku mau aku banyak belajar, terutama tentang kehidupan. dari cara hidupnya saja kita bisa memetik pelajaran yang luar biasa. Ndisik waktu aku SD mbahlik ku ngobrol : 'jangan hidup seperti kumang, dia begitu miskinnya, tidak punya rumah, bahkan untuk tempat berlindungpun ia harus menunggu bekas hewan lain. kadang kalau dia begitu panik karena nggak nemu stok cangkang kosong, dia akan ngusir penghuninya bahkan membunuh si empunya rumah'. Lho lak tego pol khan ! Ngomong2 soal kumang dalam keseharian kita, selain sebagai si raja tega tadi, kitapun bisa belajar lebih banyak. Kalau cangkang itu ibarat prinsip atau ilmu kehidupan, maka kumang adalah representasi dari seseorang yang senantiasa mengembangkan dirinya mencari keadaan dan ilmu baru. Seekor kumang selalu berkembang dan dia tidak bisa berpuas diri dengan cangkangnya. ia selalu mengembara dan berjuang utk mendapatkan cangkang baru utk kelanjutan hidupnya. Dia butuh perlindungan yang tidak dia peroleh secara alamiah. Kreatifitas dan keberanianlah yang membuatnya terus bertahan. dari sisi lain, kadang kita juga seperti kumang, sembunyi dalam cangkang orang lain. Bersembunyi di dalam bayangan pemikiran org lain, kita tidak menyadari bahwa belum tentu pemikiran itu sesuai dengan diri kita. setelah semua terasa sesak dan pengap, barulah kita sadar dan beralih mencari cangkang yang lain. Hidup kumang adalah hidup yang sangat miskin, nggak nduwe omah dewe, nggak nduwe cangkang dewe. Dalam keseharian kita, hidup tanpa prinsip adalah hidup yang miskin, ikut arus kemana saja, tidak punya identitas. Kadang kumang yo kesepian, berjuang mencari tempat persembunyian, perlindungan yang tidak pasti . . . dari kumang kita bisa belajar, apapun itu, yg baik dan positif tentang sebuah perjuangan untuk mencari jati diri. kumang tidak bisa berpuas diri karena sepangjang hidupnya ia harus berkembang dan mencari lagi . . . . salam, -winda '71 |