|
Ditulis oleh Bayu Narpati
|
|
Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Malang (Ikasmari Agitma) bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Jakarta Barat berhasil mengumpulkan bantuan uang dan barang senilai Rp 200 juta, untuk mendukung program pos pelayanan terpadu (Posyandu). Bantuan itu dikumpulkan dalam rangka kegiatan Peduli Posyandu. "Kami rencananya akan menyerahkan bantuan yang terkumpul kepada ketua tim penggerak PKK DKI Jakarta, Ibu Sutiyoso," ujar Hermin S. Witjaksono, Ketua Panitia Peduli Posyandu. Menurut dia, bantuan akan diserahkan pada Minggu, 6 Mei.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Bayu Narpati
|
|
Acara Back to Memories yang digelar di Mario’s Place Cikini dengan menampilkan ABADI SOESMAN BAND berlangsung sukses. Pengunjung full, undangan habis sampai2 Pudjiasmanto and Ojob-e gak kebagian kursi
Penampilan Abadi Soesman dkk sangat memukau hadirin, mereka terhibur. Kapan digelar lagi ? tunggu info berikutnya. |
|
|
Ditulis oleh Bayu Narpati
|
|
Bakti Sosial Ika Smari Agitma yang ke-3 berupa Pengobatan Gratis korban banjir di Pantai Harapan desa Muara Gembong Bekasi sebanyak 606 pasien (dewasa dan anak2) telah dilayani dengan baik acara berlangsung pk 10.00 – 17.00 lancar terkendali. Seluruh peserta Baksos : Para Dokter + Paramedis + Pendukung merasa puas dan bahagia dapat membantu saudara2nya yang menderita. kapan lagi mereka dibutuhkan, serentak mengatakan siap.
Demikian keterangan Ketua Bidang Sosial Asye Ashar ’72. |
|
|
Ditulis oleh Thonthowi
|
|
Berikut berita tentang aktivitas Pak Djalamudin Suryohadikusuma saat diwawancarai pas acara raker ikasmari agitma.
Sumber: http://www.jurnalnasional.com/new2/?KR=JURNAS&NID=21966 Djamaludin Suryohadikusumo Lebih Sibuk Ketimbang Jadi Menteri Malang Rabu, 21 Februari 2007 Apa kabar Djamaludin Suryohadikusomo? Menteri Kehutanan periode 1993-1998 ini ternyata masih memiliki banyak kesibukan dan tampak sehat di usianya yang 72 tahun. "Saya lebih sibuk ketimbang saat menjadi menteri," katanya kepada Jurnal Nasional akhir pekan lalu di Jakarta, di sela-sela rapat kerja Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Malang.
Dia mengaku aktif di sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang konservasi alam seperti World Wild Fund, Yayasan Borneo Orang Utan, Lembaga Karst Indonesia, dan Yayasan Leuseur. "Kebanyakan saya menjadi pembina."
Dia menceritakan, tiap subuh pekerjaan rutinnya adalah mengecek e-mail dan membalasnya. Setelah itu, dia pergi beraktivitas ke salah satu lembaga tempatnya bernaung. Baru pada pukul 23.00, pria kelahiran Malang, Jawa Timur, pada 1934 itu bisa beristirahat.
Kini, kegiatan yang paling menyibukkan adalah mengedarkan video compact disc (VCD) berisi film tentang cara pengolahan sampah organik menjadi kompos secara sederhana. Film ini dibuat bersama sutradara Rano Karno. "Semua orang bisa membuat kompos ini, karena sangat murah," ujarnya. Apa pun bisa dipakai sebagai alat. "Bisa dari bambu, batu bata, keranjang cucian, atau pun gentong." Djamaludin menyadari, rakyat Indonesia masih banyak yang belum berkecukupan. Karena itu, dia membuat teknik pengolahan sampah yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
(Thonthowi) |
|
|
Ditulis oleh Pudjiasmanto
|
|
Sabtu 17 Februari 2007, pk.9.00 - 18.00 wib, DPP Ikasmariagitma telah menyelenggarakan Raker Pengurus periode 2006 - 2010, bertempat di ruang Rimbawan 2 Manggala Wanabakti Jakarta, acara berlangsung lancar, serius, debat, guyon, pokoknya komplit termasuk foto bersama sekitar 57 peserta. Hadir: - dari cabang Batam : Rahardi Subandrio '70 dan Totok Wahyu '76
- dari Surabaya : Josie S '65 dan Anto '67
- dari Malang : Yudho Nugroho '75
- dari Jakarta : Pudjiasmanto '64 dan Fona Herlina '96
- dari Bandung : Absen ................ wedi banjir.
" lho kan Jakarta wis gak banjir rek...." Jawab " bener wis gak banjir, tapi endute sik akeh. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 10 - 17 dari 17 |