|
|
|
Ditulis oleh Iwan Dahnial
|
|
Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya. Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan lap , ia membacanya dan inilah tulisan si anak : | Untuk memotong rumput minggu ini | Rp. 7. 500,00 | | Untuk membersihkan kamar minggu ini | Rp. 5. 000,00 | | Untuk pergi ke toko menggantikan mama | Rp. 10. 000,00 | | Untuk menjaga adik waktu mama belanja | Rp. 15. 000,00 | | Untuk membuang sampah setiap hari | Rp. 5. 000,00 | | Untuk rapor yang bagus | Rp. 25. 000,00 | | | ------------------
| | Jumlah utang | Rp. 80.000,00 | | | |
Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian ia mengambil bolpoin, membalikkan kertasnya, dan menulis :
- Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu, selama kamu tumbuh dalam perut mama, GRATIS. - Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS. - Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS. - Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS. - Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS, Anakku.
Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah GRATIS !!
Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata: "Ma, aku sayang sekali pada Mama !!! "
Dan si Anak kemudian ia mengambil bolpoin dan menulis dengan huruf besar-besar :
" LUNAS...!!!! |
|
|
Ditulis oleh Iwan Dahnial
|
|
Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukanlah hari istimewa dan bukan pula hari ulang tahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga. Aku mendapat bunga hari ini. Ini bukan ulang tahun perkawinan kami atau hari istimewa kami. Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku. Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku. Aku tahu ia menyesali (perbuatannya) karena ia mengirim bunga padaku hari ini.
Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain. Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu. Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya. Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku? Namun, aku tahu ia menyesali (perbuatannya) semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.
Ada bunga-bunga untukku hari ini. Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku. Ia menganiayaku sampai mati tadi malam. Kalau saja aku punya cukup keberanian melawannya dan punya kekuatan untuk meninggalkannya, tentu aku tidak akan mendapat bunga hari ini...... STOP KEKERASAN PADA WANITA!!! |
|
|
Ditulis oleh Pudjiasmanto
|
Pengurus IKA SMARI AGITMA Cab. Jakarta, mengucapkan :
"SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU"
Salam, PUDJIASMANTO’ 64 |
|
|
Ditulis oleh Herastuwinda
|
Ndisik pas aku cilik jaman SD aku gawene tuku kumang, keong sing di dhol nang ngarepe SD, terus ambik kene dikantongi digowo mlebu nang kelas, kadang2 terus muni kresek2 ndik mejo . . . nek pas istirahat digawe dulinan, nek kumange gak gelem metu tekok cangkange di abab2i disik cekno anget terus metu kumange mbik mendelik. terus mlaku mbik miring2 ngono . . . nek digoleki nang khazanah biologi kumang iki termasuk dalam keluarga besar crustacea mergo nduwe capit, sebutan kerennya hermit crab. nak onok sing iseng nggoleki identitas kumang yo nang hermit utowo crab alias kepiting, ojok nang sebangsane keong2 atau kerang. Tapi beda mbik dulure sing kepiting iku mau, kumang iki nggak nduwe omah dewe. Cangkang kumang tergantung mbik hewan liyane sejenis kerang2 sing ninggalno cangkange. mangkane nggak onok jenis kumang tertentu dengan cangkang tertentu pula. unik yo . . . ibarat mahasiswa abadi atau sejenis anak kos abadi alias anak kos forever atau kontraktor sejati (ngontrak melulu), gak tuku2 omah dewe. bedanya kontraktor iku ngontrak omah mergo alasan finansial atau kebutuhan materi nek si kumang dadi kontraktor mergo memang sudah dari sononya nggak bisa memproduksi rumah sendiri. tapi yo ijik untukng onok kumang, cangkang kerang sing wis ditinggal penghuninya iso dimanfaatkan kembali, efisiensi alamiah, kersaning Gusti Allah . . . |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Makmur Suprojo
|
Setiap orang adalah individu yang unik. Setiap orang juga bertanggung jawab atas dirinya sendiri untuk menemukan misi hidupnya masing-masing. Agar kita bisa berkontribusi maksimal, tentunya akan sangat baik bila kita bekerja di bidang yang paling sesuai dengan keunikan kita. Ibaratnya bisa menjadi ikan dalam air, atau burung di udara. Mengenali bakat merupakan hal yang gampang-gampang susah. Kenalkah Anda dengan JK Rowling? Itu loh, penulis Harry Potter yang buku terakhirnya terjual 8.9 juta hanya dalam waktu semalam di Amerika dan Inggris saja. Semula dia kerja sebagai pelayan toko. Hidupnya susah karena pendapatan yang pas-pasan. Tak disangka dia ternyata berbakat mendongeng. Setiap malam dia mendongeng kepada anaknya, yang kemudian oleh anaknya diceritakan kembali kepada teman-temannya. Tak disangka, dari sanalah muncul motivasi menulis buku fiksi Harry Potter yang ternyata sukses luar biasa di pasaran. Bagaimana kita bisa mengenali bakat kita sendiri? Berikut ini empat hal yang bisa dijadikan dugaan awal terhadap apa bakat kita, yaitu : reaksi spontan, tanda masa kecil, cepat belajar, dan kepuasan. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
| | << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>
| | Hasil 10 - 18 dari 33 |
|
|