|
Ditulis oleh Web Administrator
|
|
Ramadhan telah tiba! Mbak-mbak, mas-mas, adik-adik, poro sedulur semua...... SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA, MOHON MAAF LAHIR BATIN! |
|
|
Ditulis oleh Thonthowi
|
|
Thonthowi Dj
Alamat e-mail ini dilindung dari spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya
Endriartono Sutarto, ketika masih menjabat sebagai Panglima TNI, sempat mengutarakan kejengkelannya. Dia jengkel karena mayoritas persenjataan TNI tak bisa digunakan. Mayoritas senjata militer Indonesia adalah bikinan Amerika Serikat. Nah, sejak 1999, pasca jajak pendapat di Timor Timur yang rusuh, Amerika Serikat menerapkan embargo militer kepada Indonesia. Lumpuhlah armada militer Indonesia. Pesawat tempur TNI Angkatan Udara untuk bisa terbang, harus "memakan" onderdil pesawat lainnya. Demikian pula untuk suku cadang peralatan militer lainnya. Karena itulah, Endriartono sepakat ketika pemerintah berencana membeli banyak senjata buatan negara-negara Eropa Timur, khususnya Rusia. Langkah itu ditempuh tentu saja untuk mengurangi ketergantungan persenjataan terhadap Amerika Serikat. Dalam hubungan antarnegara, ketergantungan jelas sangat merugikan. Berdasarkan pengalaman semacam itulah, perlu dipikirkan untuk menggantungkan hampir semua pembiayaan megaproyek pembangkit listrik tenaga uap 10 ribu megawatt kepada investor dari satu negara saja. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Jarot Mursito
|
|
Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang Ke-62, 17 Agustus 2007 Mengingat kata merdeka saya teringat kembali pada mata pelajaran sejarah yang diajarkan oleh ibu Sri Poerwani saat SMA dulu. Beliau bilang makna kata "Merdeka" adalah bebas dari segala bentuk penjajahan dan penindasan serta bebas dalam menentukan nasib sendiri berdasarkan keinginan luhur dan cita-cita seluruh masyarakat Indonesia. Sungguh indah sekali. Sesederhana itu lah garis besarnya. (Penulis :Terima kasih Ibu atas bimbingannya sejauh ini). Semakin tumbuh dewasa pemaknaan itu menjadi begitu beragam dan bahkan menjadi tidak sesederhana awalnya karena sudut pandang yang tumbuh dan berkembang. Apanya yang bisa dianggap sederhana, karena ternyata justru untuk mengisi kemerdekaan yang notabene adalah kebebasan itu ternyata tidak mudah. Ada banyak jalan yang diupayakan oleh para pendahulu kita. Ada cara menurut ide Soekarno, ada cara menurut Hatta, ada cara Syahrir, ada cara Amir Syarifudin, ada cara Tan Malaka, ada cara Alimin ada cara Muhammad Roem, ada cara Burhanuddin Harahap, ada cara Soeharto, serta cara selanjutnya sampai presiden kita sekarang. Sering beda faham dan cara mengisi kemerdekaan itu akhirnya dalam tataran politis berubah menjadi konflik terbuka dan saling mengeliminasi. Meski kalau ditanya kepada mereka semua, mereka akan menjawab bahwa itu untuk kebaikan dan tercapainya tujuan proklamasi kita. Saya tidak dalam posisi untuk menilai benar salah, hanya sekedar mengulang kembali bait-bait perjalan kita dimasa lalu. Yah itulah seperti yang tertulis dalam sejarah. Bukankah Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya? (quote dari : Abraham "Abe" Lincoln). Dan Bukantah Jangan pernah kita melupakan sejarah? (quote dari : Jasmerah, Pidato Ir. Soekarno). |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Bayu Narpati
|
|

Dirgahayu Republik Indonesia ! Dirgahayu SMA 3 ! Dirgahayu mbak Winda '71 !
|
|
|
Ditulis oleh Redya Febriyanto '04
|
Hari senin saya mendapat sms dari rekan alumni (sama-sama angkatan 2004) yang intinya berisi bahwa kita diajak nonton ludruk nostalgia yang diarsiteki oleh ikasmariagitma, gak berbayar alias dibayari atau difasilitasi...
Jujur saya tahu betul bahwa memang akan diadakan acara tersebut di jakarta jauh-jauh hari sebelumnya via milis ini juga. Dan sebelumnya saya tidak pernah terpikir untuk turut hadir (maklum mahasiswa duit cekak) dan fakta bahwa acaranya "ludruk" yang memang kurang menarik bagi generasi saya.
Tapi itu sebelum saya hadir malam itu... |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 19 - 27 dari 33 |