|
|
|
Ditulis oleh Makmur Suprojo
|
|
Tips : "BAHAGIA FINANSIAL" Mari kita PERHATIKAN sebuah Kotak model . Kotak Model sangat penting untuk memudahkan pemahaman. Kotak MODEL FINANSIAL :
Kotak Model ini menunjukkan kondisi keuangan seseorang. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Indradjaja Dalel
|
Hari Kamis kemarin, Mas Tantey, Sekum IKA dan saya melakukan kunjungan ke Surabaya dalam rangka mempersiapka Kongres Nasional Ika Smari Agitma 2008. Kisahnya kira-kira begini: Pagi pagi jam 05.00 saya sudah berangkat ke airport, mengejar pesawat Sriwijaya Air yang berangkat ke Surabaya jam 07.10. Di jalan mas Tantey di tilpon untuk koordinasi check in. Hati yang semula ketar ketir takut ada banjir di jalan tol airport jadi tenang, tidak ada hujan dan jalan lancar karena libur Imlek 2559. Wah pertanda perjalanan bagus... Sampai di airport, langsung check in di counter jurusan Surabaya, dibilangi "Pak namanya tidak ada, tapi nanti saya check dulu ya.." Sesudah menunggu sebentar saya diberi tahu bahwa counternya adalah yang satu lagi, jurusan Semarang - Surabaya.. Wah blaen iki, rapat di Surabaya sudah diatur untuk dimulai sekitar jam 09.00. Mas Josie langsung diSMS diberi tahu pesawat mampir Semarang dulu. Kalau tidak banyak terlambatnya mungkin kita baru akan sampai di Surabaya sekitar jam 10.00 dengan pemikiran rapat baru bisa dimulai jam 11.00?! Keep the fingers crossed!!.. Wah malu juga, pilih pesawat kok yang "bis kota", tidak yang ekspres gitu lho.. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Ahmad Thonthowi Djauhari
|
|
Kursus Kompos PEMBELI RELA "INDEN" BERMINGGU-MINGGU Sumber: Tabloid Nova Banyak yang merasa mengelola sampah itu susah. Belajarlah di Kebun Karinda. Dari sampah rumah diolah menjadi kompos. Praktis dan tak menebar bau. Pagi menjelang siang. Suasana di Kompleks perumahan Karang Tengah Indah, Jaksel begitu lengang. Hanya satu dua mobil di melintas di jalan yang "dipayungi " pohonan nan lebat. Di pembatas jalan, tumbuh subur bunga Canna dengan aneka warna. Kesibukan justru terlihat di salah satu sudut di Blok C-2, tepatnya di sebuah tanah kosong seluas sekitar 300 meter persegi. Tiga orang pria tampak menyiapkan sesuatu. Ada dua gunungan sampah kering dan basah dedaunan terhampar di atas terpal plastik warna biru. Di sisi "gunung" sampah itu berderet aneka ragam kotak setinggi satu meter dari yang buat dari bambu, kayu, susunan paving block dan sebagainya. Beberapa alat pertanian, mulai dari cangkul, gembor, dan sebagainya berserak di sana-sini. Salah satu dari tiga pria yang sibuk itu adalah Djamaludin Suryohadikusumo. Anda merasa pernah mendengar namanya? Dialah mantan Menteri Kehutanan 1993 -1998. Sementara dua pria lainnya adalah Hendi dan Yanto, asistennya. Setelah semua persiapan beres, Djamaludin yang pagi itu mengenakan celana pendek dan bersepatu olahraga buru-buru pulang ke rumahnya yang berada di seberang jalan. Sedang dua asisten Djamaludin usai menuntaskan pekerjaan kebun langsung menyiapkan alat-alat kantor. Dengan cekatan dua pria itu memasang kabel-kabel proyektor dan laptop keluaran terbaru. Perangkat sound mini pun selesai dicoba. Persiapan ini untuk menyambut belasan tamu yang hari itu, Rabu, 10 Januari 2006 datang untuk pelatihan pembuatan kompos di Kebun Karinda (Karang Tengah Indah). Kegiatan ini memang rutin digelar di tempat itu, minimal seminggu dua kali.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Pudjiasmanto
|
Bpk. Soedarminto mantan guru/kepala sekolah SMAN 3 Malang sejak 30 Desember 2007 yang lalu, terkena stroke dibatang otak dan sejak itu menjalani rawat inap di RS. Pelabuhan Surabaya.
Mari teman-teman kita panjatkan doa semoga Allah SWT memberikan kesembuhan bagi Bpk. Soedarminto. Amin! |
|
|
Ditulis oleh Iwan Dahnial
|
|
Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya. Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan lap , ia membacanya dan inilah tulisan si anak : | Untuk memotong rumput minggu ini | Rp. 7. 500,00 | | Untuk membersihkan kamar minggu ini | Rp. 5. 000,00 | | Untuk pergi ke toko menggantikan mama | Rp. 10. 000,00 | | Untuk menjaga adik waktu mama belanja | Rp. 15. 000,00 | | Untuk membuang sampah setiap hari | Rp. 5. 000,00 | | Untuk rapor yang bagus | Rp. 25. 000,00 | | | ------------------
| | Jumlah utang | Rp. 80.000,00 | | | |
Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian ia mengambil bolpoin, membalikkan kertasnya, dan menulis :
- Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu, selama kamu tumbuh dalam perut mama, GRATIS. - Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS. - Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS. - Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS. - Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS, Anakku.
Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah GRATIS !!
Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata: "Ma, aku sayang sekali pada Mama !!! "
Dan si Anak kemudian ia mengambil bolpoin dan menulis dengan huruf besar-besar :
" LUNAS...!!!! |
|
| | << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 9 dari 28 |
|
|